Tertawa dan Menangis Melihat Negeriku


Tak henti-hentinya polemik politik yang terjadi di negara kita yang tercinta ini. Setiap hari banyak kasus heboh yang terungkap, dan juga tingkah laku pemimpin negara ini yang sangat kocak. Ketertarikan untuk menulis di blog muncul kembali, karena tidak memiliki tempat/orang/sarana untuk meluapkan unek-unek atas kejadian di negeri ini.

 

Hal pertama yang menarik perhatian saya adalah mengenai RUU keistimewaan DIY yang tiba-tiba dicuatkan oleh presiden kita. Entah apa yang terbersit dipikiran presiden kita untuk membahas ini, yang menurut saya tidak terlalu penting untuk dipermasalahkan. Memang boleh dikatakan bahwa penetapan Gubernur DIY selama ini tidak menganut asas demokrasi. Namun pernyataan Presiden kita bahwa Gubernur harus dipilih langsung langsung menyentak respon masyarakat Yogyakarta. Kalau dipikir-pikir, rakyat Jogya sudah nyaman dengan apa yang ada selama ini dan sudah menikmati. Namun akibat hal tersebut, terjadi keresahan masyarakat secara massal di Yogyakarta. Menurut saya apa yang dilakukan oleh SBY tidak penting dan seolah-olah kurang kerjaan. Mungkin hal ini dimaksudkan untuk tujuan politik, agar partai tertentu dapat menang pilkada disana dan untuk tujuan jangka panjang, menggalang pendukung untuk pilpres, 2014. Sampai hari ini, rencana ini terus bergejolak, dan terus dipaksakan, padahal rakyat Yogya jelas-jelas menolak. Demokrasi secara singkat diartikan, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, dan rencana presiden ini telah menyalahi salah satunya, DARI RAKYAT. Salah seorang masyarakat Yogya ketika diwawancarai salah satu stasiun TV berkata, “ngapain Yogya diubah2, ga penting. Urusin aja itu freeport, chevron, dll”. Suatu pernyataan yang sangat jelas, dan tegas. Hal yang harus diperhatikan oleh seorang presiden adalah hal seperti di atas, bukan malah mengusik ketenangan masyarakat Yogya.

Hal kedua yang membuat saya tertawa adalah RENCANA PEMBANGUNAN GEDUNG BARU DPR TERCINTA KITA. DPR semakin dan semakin menjadi lembaga yang tidak peka dan semakin arogan setiap harinya. Rencana pembangunan gedung baru yang bernilai 1Triliun tersebut dinilai sudah sangat keterlaluan. DPR sangat tidak peka dengan apa yang menjadi prioritas bangsa kita sekarang ini. Masih banyak masyarakat yang melarat diluar sana, dimana untuk makan saja susah. Namun dengan AROGANNYA, DPR tetap saja menjalankan rencana ini, SUNGGUH MANUSIA TIDAK TAU MALU. Permintaan segudang dengan prestasi minim serta lembaga yang dicap korup seharusnya tidak pantas untuk mendapatkan ini. Ada pendapat mengatakan bahwa hal ini untuk menggalang dana untuk pemilu 2014. DPR, YOU ARE REALLY-RELLY SUCK GUYS, WITH WHAT YOU DID.

Kasus century merupakan kasus yang sangat fenomenal yang masih tidak tau bagaimana ujungnya. Para penyidik seolah-olah dibungkam oleh kekuatan yang sangat luar biasa oleh“invisible hand”. Hak menyatakan pendapat yang telah dilakukan DPR menjadi sia-sia, karena hanya berhenti disitu saja. Tidak ada tindakakan lebih lanjut, hanya sebatas wacana saja. Secara logika, saya sendiri mencurigai bahwa dana aliran century ada mengalir ke Partai D*mo*rat, seperti yang dicurigai oleh LSM Bendera untuk dana kampanye. Ada beberapa indikasi hal tersebut, antara lain tidak dibukanya sampai sekarang aliran dana century tersebut dengan dilindungi berbagai tetek bengek alasan. Pejabat Bank Century yang juga merupakan Pejabat Partai Demokrat. Mereka ini secara terang-terangan mempertontonkan adegan mencuri duit ibu sendiri di depan anak-anaknya, dan beranggapan anakanya tidak mengerti. Namun mereka lupa, bahwa anaknya sudah beranjak dewasa dan mengerti. Entah apa dan bagaimana akhir cerita kasus ini, tidak ada kejelasan. Para pihak terkait hanya terus dan terus mengucap, “kita akan dalami, kita akan segera memeriksa, sudah ini, sudah itu, bla bla bla.”kami bosan Pak.

 

Kasus berikutnya yang sangat fenomenal belakangan ini adalah kasus terkuaknya koruptor hebat, Gayus Halomoan Tambunan. Meskipun Gayus akhirnya dipenjara, namun banyak yang sangat menyayangkan momen ini dilewatkan. Tuntutan yang diberikan tidak menyentuh substansi kejahatan yang dilakukan, tidak terkuaknya perusahaan yang terlibat, dan atasan-atasan gayus yang terlibat. Gayus yang merupakan PNS golongan 3a dijadikan tumbal oleh para koruptor di dirjen pajak. Lagi-lagi para penegak hukum (kepolisian dan kejaksaan), hanya berkata, kita sudah memanggil, kita sudah memeriksa, masih dalam tahap penyidikan, tapi hasilnya tetap nihil. Entah siapa yang ada di belakang semua ini hanya Tuhan dan mereka yang tau. Presiden yang diharapkan untuk mempertegas penyelesaian masalah ini lagi-lagi hanya mengeluarkan pernyataan normatif dan tak bertaring. “saya instruksikan untuk pihak terkait untuk mengusut tuntas”. Tanpa pernyataan itu, kasus ini memang seharusnya berjalan seperti itu. Heu..heu..

 

Kasus Antasari Asar merupakan kasus yang menurut saya merupakan rekaya kasus yang sangat menghebohkan. Akhirnya antasari divonis meskipun bukti tidak terlalu kuat. Hal ini sangat berdampak kepada kinerja KPK, dimana dibawah kepemimpinan beliau sangat menggigit sekali tidak pandang bulu, namun sekarang KPK layaknya “macan ompong”, tak bernyali karena sudah dikontrol oleh orang-orang ga beccus. Tidak ada lagi gebrakan-gebrakan KPK yang menghebohkan terjadi, sidak bea cukai, ambil berkas secara paksa ke kantor DPR, penyadapan, penjebakan setelah transaksi (kasus ayin), dan seterusnya. Heuh..heuh..lelah melihat negara ini dipermainkan pemimpin kotor, muaakkkk..

Beralih ke masalah olahraga,. Saya baru mengenal Nurdin Halid lebih lagi semenjak piala AFF belakangan ini. Dulu hanya tau dia ketum pssi yang tertangkap korupsi dan masih memimpin dari penjara. Hahaha. Mengherankan. Si Nuridn korup ini tetap tidak mau turun dari kursi kepemimpinan meskipun sudah banyak dan terlalu banyak desakan agar nurdin turun. Nurdin terlalalu bermuka badak. Banyak kesaksian, diantaranya wasit yang diperintah oleh NH untuk mengatur pertandingan sewaktu dia masih di dalam penjara. Sungguh memalukan. Lahirnya LPI membuat PSSI kocar-kacir. Kacaunya kompetisi di ISL membuat beberapa klub besar ingin hengkang ke LPI. Walaupun banyak dampak negatifnya, hal ini lebih baik daripada sepakbola kita makin hancur lebur dan minim prestasi di tangan Nurdin Halid si TOP markotop.

Semua ini tidak terlepas dari pemimpin negara kita ini yang menurut saya lemah dan loyo. Kerjaannya hanya curhat, pencitraan, tidak tegas, dan terlalu melankolis. Curhat gaji ga naik sudah 7 tahun padahal gajinya sudah selangit, curhat mau diburu teroris, selalu mendengungkan prestasi kemajuan negara, berkurangnya utang (padahal boong), tidak tegas padahal telah dipermalukan secara terang-terangan oleh malaysia masalah perbatasan dan banyak lagi dan banyak lagi.

 

Saya secara jujur kecewa dengan gaya memimpin beliau, dan orang-orang dibelakagnya (ruhut, marzuki alie, anas, andi malarangeng, yang melakukan hal menjijikkan di depan masyarakat. Rasa emosi yang tidak tersalurkan ini akhirnya hanya tertuang dalam sebuah blog. Sebenarnya berharap peristiwa 98 terjadi lagi di indonesia untuk menggulingkan pemimpin kita, tapi banyak dampak negatifnya. Harapannya sih mau turun sendiri, atau lewat pemakzulan, agar lebih tidak banyak korban. Di jepang, seorang yang sudah merasa gagal akan melakukan HARAKIRI, namun kalau di tempat kita tidak, tetap melakukan pencitraan.  Sadarlah om, masyarakat sudah muak, dan sudah mulai pintar.

Jujur, saya sebenarnya mengharapakan Bapak JK yang menjadi presiden dalam pemilu kemarin. Masalah indonesia adalah masalah perekonomian, dan beliau adalah  ahlinya. Namun masyarakat masih banyak terpikat dengan wibawa pencitraan sang pemalas dan penakut. Beginilah hasilnya. Berharap terpilih presiden baru yang benar-benar berbeda, berani , pintar, lugas dan lantang. Ada beberapa nama yang sangat berpotensi dan sangat menarik untuk dipelajari, JK (berharap masih mencalonkan diri, Prabowo (gerindra), surya paloh (Nasdem), dan calon-calon lain. Untuk penguasa sekrang, saya Cuma berkata, terima kasih telah membuat negara ini semakin kacau. Keep on dreaming, jika masih ingin jadi pemimpin kembali. Hahahha…bye..bye..

 

Sekian.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.