Menjelang Pilpres

Entah kenpa  belakangan ini aku sangat tertarik untuk mengikuti perkembangan Pemilu di Indonesia kita ini , terutama Pemilihan Presiden yang semakin dekat..

Satu persatu calon pemimpin  aku ikuti perkembangannya di media, baik TV, koran ataupun internet. Mempelajari profil dari para calon pemimpin negara kita merupakan satu hal yang seharusnya kita lakukan karena dengan profil dan melihat track record mereka kita bisa mengetahui dan mengenal mereka lebih jelas dan membantu kita agar tidak salah memilih.

Hal terbaru yang menarik perhatianku adalah debat capres yang baru saja dilakukan. Debat yang kedua ini berjalan jauh lebih menarik dibanding debat yang pertama, dimana debat pertama menurut saya tidak layak dikatakan debat, lebih cenderung pada pemaparan visi dan misi mereka. Debat yang kedua ini semakin memperlihatkan siapa capres yang berkualitas dan siapa yang tidak.

Saya ingin menyoroti satu persatu capres kita ini.

Dalam dua debat capres yang telah dilaksanakan, ada satu capres yang saya nilai sedikit “lucu” dan bingung sebenarnya apa yang ada di benaknya ketika diajukan pertanyaan. Ini penampilan ketiga yang saya tonton beliau di TV dan yang satu adalah kick Andy.

Ini merupakan sedikit kutipan yang saya amati.

Moderator : “bagaimana program anda…..apa yang akan anda lakukan jika terpilih mengenai masalah….”

Capres X : ” ketika saya dulu jadi presiden….. sebenarnya dulu juga sudah saya lakukan…. dan seterusnya”

Jelas sekali jawabannya tidak sinkron, karena yang ditanya program bukan review. Jawaban2 yang diberikan oleh beliau membuat saya sedikit tertawa kecil dan mengalihkan perhatian dari TV karena ga tertarik untuk mendengar jawaban lengkap karena menurut saya sedikit ngawur dan seolah2 pada masa kepemimpinan beliau semuanya sudah oke yang ternyata menurut saya tidak sama sekali.  Jawaban-jawaban tersebut membuat saya memberi penilaian negatif terhadap beliau dan dipastikan tidak akan memilih beliau. Saya sangat meragukan kapabilitas beliau dari cara dia menjawab pertanyaan, apalagi untuk mengatasi permasalahan negara kita ini yang sungguh-sungguh sudah amat kompleks.

Dalam pemilu ini, beliau mengusung ekonomi kerakyatan sebagai programnya. Ini jelas merupakan hal yang sangat positif karena emang rakyat yang harus diprioritaskan. Tapi kembali saya khawatir mengingat kasus penjualan aset negara ke pihak asing dengan harga murah membuat saya tidak yakin apakah akan benar-benar membela rakyat ketika sudah menjadi pemimpin.

Capres kedua yang akan saya amati adalah  Capres XX. Beliau mempunya jargon “lanjutkan” dalam kampanye nya.

Dalam kepemimpinan beliau memang banyak terjadi banyak gebrakan dan kemajuan tapi ga kalah banyak juga kemundurannya. Pemberantasan korupsi merupakan hal yang sangat jelas sekali kita lihat. Bagaiman para koruptor satu persatu diseret semua. Tapi ketika membaca koran kompas hari kamis, 25 juni 2009, saya sedikit khawatir dengan keseriusan dalam pemberantas korupsi. Dia malah memperingati KPK atas prestasi dan kekuasaan KPK sendiri. Hmm…Banyak asumsi-asumsi yang saya pikirkan, kenapa dia menyatakan hal tersebut, apa karena orang2nya mulai tertangkap, atau apalah, silahkan menilai sendiri. Di media dikatakan kalau hutang kita lunas atau menurun. Ternyata tidak sama sekali bahkan semakin prihatin.

http://dmo.or.id

Link di atas merupakan web direktorat pengelolaan utang negara. Silahkan akses dan nilai sendiri, dan jangan kaget aja karena utang kita ternyata jumlahnya sangat DAHSYAATTT peningkatannya. Hati-hati terhadap iklan dan pesan yang setiap capres nyatakan kepada masyarakat dan mari kita menjadi pemilih cerdas.

Saya membaca berita di detik.com

http://www.detiknews.com/read/2009/06/22/222923/1152294/727/sarat-kepentingan-penguasa-pengelolaan-bumn-tak-efisien

dan ternyata Boediono setuju dengan penjualan aset-aset negara keluar. Wah, gawat..Entah itu untuk kebaikan entah motif apa dibaliknya, yang jelas saya tidak setuju dengan hal tersebut. Sudah terlalu banyak aset negara dikuasai asing terutama SDA kita yang sangat kaya tapi uangnya ngalir semua ke luar.  Sudah terlalu banuak Perusahaan asing yang  merajai hasil  alam di Indonesia, seperti chevron, total, medco, freeport dan masih banyak. Trus, kalau mau dijual lagi, apa untuk negara kita??? kalau alasan pengelolaan tidak efisien, bukan berarti jual. Banyak orang Indo yang berhasil dan bahkan sampai punya usaha di luar, misalnya Bakrie group. Solusinya, ya ganti pemimpin nya bukan dijual. Hmmm…jujur, hal ini membuat saya kehilangan semangat untuk memilih pasangan ini (dulunya pendukung) dan perlu dipertimbangkan lagi.

Trus, pernah ngeliat diskusi ruhut sitompul (fungsionaris PD) di metri tv, soal pejabat BUMN yang ikut tim sukses.

Dia menjawab bahwa mereka smua datang dengan SUKARELA. Logikannya aja, ga mungkin mereka semua datang secara tiba2 kalau ga ada yang kekuatan menggerakkan. Entah benar atai tidak, hanya mereka dan Tuhan yang tau.  Ada indikasi kelicikan disini menurut saya. Entah pemanfaatan dana dari BUMN yang bersangkutan, pengaruh terhadap karyawan BUMN yang berkaitan, dan sebagainya lah. Padahal salah satu hal yang diusung adalah pemerintahan yang bersih, tapi hal ini jujur memberi kesan negatif.

Beberapa kali saya bertanya ke teman-teman yang notabene adalah MAHASISWA, kenapa akan milih beliau?

Jawabannya pendek, simpel tapi sangat konyol. Apa itu? Kharisma nya, atau Berwibawa. Gila, khawatir dan tertawa sinis didalam hati. Seorang mahasiswa saja hanya punya dasar segitu dangkal dalam menilai capres apalagi masyarakat biasa?? Tidak ada dasar yang kuat atau alasan yang sangat fundamental dalam memilih seseorang.  Nasib lima tahun negara ke depan hanya didasarkan atas alasan tersebut??  apa bisa makan dengan wibawa??Beuh…Bagaimana dengan rakyat biasa? Seorang mahasiswa saja seperti itu. Jelas bakalan banyak orang yang akan tertipu dengan pesan kampanye dan akan salah memilih.

Pasangan capres yang ketiga adalah XXX. Pasangan ini mempunyai slogan “lebih cepat lebih baik”. Banyak pihak yang mengkritiki slogan ini, termasuk SBY sendiri pada saat kampanya. Cepat tapi kalau ngawur ga benar juga. Kira-kira begitulah kritik orang-orang. Dalam setiap diskusi, beliau selalu tampil santai dan sering memberi guyonan kepada pemirsa. Selama lima tahun menjadi wapres, banyak hal positif yang menjadi daya tarik beliau. Amerika Serikat mengatakan kalau JK merupakan “the real president” Indonesia dalam periode ini, karena banyak campur tangan dalam masalah negara. Misalnya, ide konversi minyak tanah ke gas merupakan ide cemerlang yang menyelamatkan uang negara sebanyak 50 triliun. BLT juga merupakan gagasan beliau.

Hal ini akhir-akhir ini memberi nilai positif bagi saya terhadap beliau. Kenapa? Permasalah utama negara kita adalah permasalahan ekonomi, dan beliau merupakan ahli ekonomi di lapangan (praktisi bisnis) bukan teoritis (dosen, pejabat bank) seperti boediono. Hal-hal ini jelas memberi nilai positif buat saya. Dan permasalahan ini akan bisa diatasi oleh orang yang tepat tentunya.

Beliau juga menegaskan pentingnya KEMANDIRIAN bangsa sebagai jatidiri bangsa. Saya sangat setuju dengan hal ini dibandingkan dengan penjualan aset-aset bangsa kita ini.

Suatu ketika ada seseorang lagi, MAHASISWA juga, mengatakan gini. Saya ga suka JK karena KUMIS nya JELEK. Owh tidak…yah, silahkan komentar sendiri, males ngebahasnya. trus pernah liat di TV, ga suka JK karena bukan dari Jawa. Lagi-lagi jawaban konyol. Kalau tetap seperti ini, negara kita ga akan pernah maju. Coba kita lihat US, orang kuli t hitam aja bisa jadi presiden.

Pesan yang saya ingin benar-benar sampaikan kepada teman-teman adalah, jadilah pemilih CERDAS. Hendaknya memilih karena uda punya alasan dan dasar yang kuat dan jelas, dan saya harap bukan alasan konyol. Mari kita sampaikan pesan ini ke teman-teman kita kalau kita benar-benar peduli akan nasib negara kita ini. Semoga pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang terbaik yang benar-benar menepati janji dan membertikan perubaha buat negara kita ini.

Lebih cepat lebih baik dalam melanjutkan hal-hal yang berarti dan berguna untuk membela rakyat indonesia

Terima Kasih

ini beberapa gambar ngelantur yang aku liat diinternet..

lumaya kocak juga4902_1019515063826_1703651970_38023_4283825_n

4902_1020138879421_1703651970_39289_3005695_n

s88248966433_50254713_89127127831_567897831_1842626_7394560_n

6 Responses to “Menjelang Pilpres”

  1. Ruth Naibaho Says:

    gila.. abs karoke ababil nih. haha..

    sangat menarik sekali, kiki.. gw juga sdg menggumulkan hal itu :p,.
    gw akui dulu adalah salah satu korban wajah ‘berwibawa’ sang presiden.. hehe.. tp skg lebih berhati hati koq.. entahlah.. isu SARA menjadi sesuatu yang sangat sensitif saat ini. melihat masing-masing capres dan cawapres yang menurut gw bukan debat tapi malah saling nyepet kadang membuat gw jd kurang respek,. apalagi ad issu black campaign yang diangkat keatas saat ini..

    ya,. gw berdoa smg pilpres kita kali ini berjalan dengan damai. toh tujuannya sama,. memajukan bangsa INDONESIA.. tp dengan senjata yang berbeda beda. bukannya Indonesia sdh sangat terbiasa dengan perbedaan? Sedih juga ngeliat para calon pemimpin malah seperti ‘marbadai’,. haha,..
    terimakasih review nya ki,. sangat membantu sekali,. :)

  2. kikisarag1h Says:

    yup..
    awak pun dulu korban jga..
    hahaha

    sip, mari kita berdoa saja, biar pemimpin yang terbaiklah yang jadi menang dan sesuia kehendakNya…
    untuk kemajuan bangsa kita ini, tentunya lebih cepat lebih baik :D

  3. dir88gun2@yahoo.com Says:

    assalamu alaikum wr. wb.

    alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Ga Nyambung & Ga Jelas? :-\

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    secara sempurna dan menyeluruh.
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  4. kikisarag1h Says:

    sistem islam tidak bisa diterapkan di Indonesia, karena negara kita adalah negara pluralis dan tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada semua orang dan belum terbukti yang terbaik.
    china negara komunis aja bisa maju, tapi negara-negara arab yang notabene sahabat indonesia masih berkutat pada perang dan masalah internal yang tak kunjung selesai.

    sistem yang ada kalau dijalankan dengan benar dan bersih pasti dapat efektif…

  5. dwihutapea Says:

    Ga perlu deh bang kayaknya pake disembunyikan nama si bapak dan ibu capres itu…hahahaa…
    Sebut saja untuk Capres X, adalah Ibu Megawati (bukan nama sebenarnya)…untuk Capres XX, inisial ‘S’, belakangnya “usilo”…hahahhaa…

    yah..mari kita pake hikmat lah ya…
    wibawa emang ga bisa dijadiin alasan, apalagi kumis :)

    ayo jadi rakyat yang CERDAS!!
    makasi bang kiki ;)

  6. kikisarag1h Says:

    hahaha…

    ber ga dituduh black campaign wi :D
    yup..
    benar bgt, jadi pemilih cerdas, dan tentunya lebih cepat lebih baik :D

Leave a Reply