Menjelang Pilpres

June 27, 2009

Entah kenpa  belakangan ini aku sangat tertarik untuk mengikuti perkembangan Pemilu di Indonesia kita ini , terutama Pemilihan Presiden yang semakin dekat..

Satu persatu calon pemimpin  aku ikuti perkembangannya di media, baik TV, koran ataupun internet. Mempelajari profil dari para calon pemimpin negara kita merupakan satu hal yang seharusnya kita lakukan karena dengan profil dan melihat track record mereka kita bisa mengetahui dan mengenal mereka lebih jelas dan membantu kita agar tidak salah memilih.

Hal terbaru yang menarik perhatianku adalah debat capres yang baru saja dilakukan. Debat yang kedua ini berjalan jauh lebih menarik dibanding debat yang pertama, dimana debat pertama menurut saya tidak layak dikatakan debat, lebih cenderung pada pemaparan visi dan misi mereka. Debat yang kedua ini semakin memperlihatkan siapa capres yang berkualitas dan siapa yang tidak.

Saya ingin menyoroti satu persatu capres kita ini.

Dalam dua debat capres yang telah dilaksanakan, ada satu capres yang saya nilai sedikit “lucu” dan bingung sebenarnya apa yang ada di benaknya ketika diajukan pertanyaan. Ini penampilan ketiga yang saya tonton beliau di TV dan yang satu adalah kick Andy.

Ini merupakan sedikit kutipan yang saya amati.

Moderator : “bagaimana program anda…..apa yang akan anda lakukan jika terpilih mengenai masalah….”

Capres X : ” ketika saya dulu jadi presiden….. sebenarnya dulu juga sudah saya lakukan…. dan seterusnya”

Jelas sekali jawabannya tidak sinkron, karena yang ditanya program bukan review. Jawaban2 yang diberikan oleh beliau membuat saya sedikit tertawa kecil dan mengalihkan perhatian dari TV karena ga tertarik untuk mendengar jawaban lengkap karena menurut saya sedikit ngawur dan seolah2 pada masa kepemimpinan beliau semuanya sudah oke yang ternyata menurut saya tidak sama sekali.  Jawaban-jawaban tersebut membuat saya memberi penilaian negatif terhadap beliau dan dipastikan tidak akan memilih beliau. Saya sangat meragukan kapabilitas beliau dari cara dia menjawab pertanyaan, apalagi untuk mengatasi permasalahan negara kita ini yang sungguh-sungguh sudah amat kompleks.

Dalam pemilu ini, beliau mengusung ekonomi kerakyatan sebagai programnya. Ini jelas merupakan hal yang sangat positif karena emang rakyat yang harus diprioritaskan. Tapi kembali saya khawatir mengingat kasus penjualan aset negara ke pihak asing dengan harga murah membuat saya tidak yakin apakah akan benar-benar membela rakyat ketika sudah menjadi pemimpin.

Capres kedua yang akan saya amati adalah  Capres XX. Beliau mempunya jargon “lanjutkan” dalam kampanye nya.

Dalam kepemimpinan beliau memang banyak terjadi banyak gebrakan dan kemajuan tapi ga kalah banyak juga kemundurannya. Pemberantasan korupsi merupakan hal yang sangat jelas sekali kita lihat. Bagaiman para koruptor satu persatu diseret semua. Tapi ketika membaca koran kompas hari kamis, 25 juni 2009, saya sedikit khawatir dengan keseriusan dalam pemberantas korupsi. Dia malah memperingati KPK atas prestasi dan kekuasaan KPK sendiri. Hmm…Banyak asumsi-asumsi yang saya pikirkan, kenapa dia menyatakan hal tersebut, apa karena orang2nya mulai tertangkap, atau apalah, silahkan menilai sendiri. Di media dikatakan kalau hutang kita lunas atau menurun. Ternyata tidak sama sekali bahkan semakin prihatin.

http://dmo.or.id

Link di atas merupakan web direktorat pengelolaan utang negara. Silahkan akses dan nilai sendiri, dan jangan kaget aja karena utang kita ternyata jumlahnya sangat DAHSYAATTT peningkatannya. Hati-hati terhadap iklan dan pesan yang setiap capres nyatakan kepada masyarakat dan mari kita menjadi pemilih cerdas.

Saya membaca berita di detik.com

http://www.detiknews.com/read/2009/06/22/222923/1152294/727/sarat-kepentingan-penguasa-pengelolaan-bumn-tak-efisien

dan ternyata Boediono setuju dengan penjualan aset-aset negara keluar. Wah, gawat..Entah itu untuk kebaikan entah motif apa dibaliknya, yang jelas saya tidak setuju dengan hal tersebut. Sudah terlalu banyak aset negara dikuasai asing terutama SDA kita yang sangat kaya tapi uangnya ngalir semua ke luar.  Sudah terlalu banuak Perusahaan asing yang  merajai hasil  alam di Indonesia, seperti chevron, total, medco, freeport dan masih banyak. Trus, kalau mau dijual lagi, apa untuk negara kita??? kalau alasan pengelolaan tidak efisien, bukan berarti jual. Banyak orang Indo yang berhasil dan bahkan sampai punya usaha di luar, misalnya Bakrie group. Solusinya, ya ganti pemimpin nya bukan dijual. Hmmm…jujur, hal ini membuat saya kehilangan semangat untuk memilih pasangan ini (dulunya pendukung) dan perlu dipertimbangkan lagi.

Trus, pernah ngeliat diskusi ruhut sitompul (fungsionaris PD) di metri tv, soal pejabat BUMN yang ikut tim sukses.

Dia menjawab bahwa mereka smua datang dengan SUKARELA. Logikannya aja, ga mungkin mereka semua datang secara tiba2 kalau ga ada yang kekuatan menggerakkan. Entah benar atai tidak, hanya mereka dan Tuhan yang tau.  Ada indikasi kelicikan disini menurut saya. Entah pemanfaatan dana dari BUMN yang bersangkutan, pengaruh terhadap karyawan BUMN yang berkaitan, dan sebagainya lah. Padahal salah satu hal yang diusung adalah pemerintahan yang bersih, tapi hal ini jujur memberi kesan negatif.

Beberapa kali saya bertanya ke teman-teman yang notabene adalah MAHASISWA, kenapa akan milih beliau?

Jawabannya pendek, simpel tapi sangat konyol. Apa itu? Kharisma nya, atau Berwibawa. Gila, khawatir dan tertawa sinis didalam hati. Seorang mahasiswa saja hanya punya dasar segitu dangkal dalam menilai capres apalagi masyarakat biasa?? Tidak ada dasar yang kuat atau alasan yang sangat fundamental dalam memilih seseorang.  Nasib lima tahun negara ke depan hanya didasarkan atas alasan tersebut??  apa bisa makan dengan wibawa??Beuh…Bagaimana dengan rakyat biasa? Seorang mahasiswa saja seperti itu. Jelas bakalan banyak orang yang akan tertipu dengan pesan kampanye dan akan salah memilih.

Pasangan capres yang ketiga adalah XXX. Pasangan ini mempunyai slogan “lebih cepat lebih baik”. Banyak pihak yang mengkritiki slogan ini, termasuk SBY sendiri pada saat kampanya. Cepat tapi kalau ngawur ga benar juga. Kira-kira begitulah kritik orang-orang. Dalam setiap diskusi, beliau selalu tampil santai dan sering memberi guyonan kepada pemirsa. Selama lima tahun menjadi wapres, banyak hal positif yang menjadi daya tarik beliau. Amerika Serikat mengatakan kalau JK merupakan “the real president” Indonesia dalam periode ini, karena banyak campur tangan dalam masalah negara. Misalnya, ide konversi minyak tanah ke gas merupakan ide cemerlang yang menyelamatkan uang negara sebanyak 50 triliun. BLT juga merupakan gagasan beliau.

Hal ini akhir-akhir ini memberi nilai positif bagi saya terhadap beliau. Kenapa? Permasalah utama negara kita adalah permasalahan ekonomi, dan beliau merupakan ahli ekonomi di lapangan (praktisi bisnis) bukan teoritis (dosen, pejabat bank) seperti boediono. Hal-hal ini jelas memberi nilai positif buat saya. Dan permasalahan ini akan bisa diatasi oleh orang yang tepat tentunya.

Beliau juga menegaskan pentingnya KEMANDIRIAN bangsa sebagai jatidiri bangsa. Saya sangat setuju dengan hal ini dibandingkan dengan penjualan aset-aset bangsa kita ini.

Suatu ketika ada seseorang lagi, MAHASISWA juga, mengatakan gini. Saya ga suka JK karena KUMIS nya JELEK. Owh tidak…yah, silahkan komentar sendiri, males ngebahasnya. trus pernah liat di TV, ga suka JK karena bukan dari Jawa. Lagi-lagi jawaban konyol. Kalau tetap seperti ini, negara kita ga akan pernah maju. Coba kita lihat US, orang kuli t hitam aja bisa jadi presiden.

Pesan yang saya ingin benar-benar sampaikan kepada teman-teman adalah, jadilah pemilih CERDAS. Hendaknya memilih karena uda punya alasan dan dasar yang kuat dan jelas, dan saya harap bukan alasan konyol. Mari kita sampaikan pesan ini ke teman-teman kita kalau kita benar-benar peduli akan nasib negara kita ini. Semoga pemimpin yang terpilih adalah pemimpin yang terbaik yang benar-benar menepati janji dan membertikan perubaha buat negara kita ini.

Lebih cepat lebih baik dalam melanjutkan hal-hal yang berarti dan berguna untuk membela rakyat indonesia

Terima Kasih

ini beberapa gambar ngelantur yang aku liat diinternet..

lumaya kocak juga4902_1019515063826_1703651970_38023_4283825_n

4902_1020138879421_1703651970_39289_3005695_n

s88248966433_50254713_89127127831_567897831_1842626_7394560_n


DPR oh DPR ku….

June 10, 2009

Hari ini rabu, 10 juni 2009. Pergi kekampus seperti biasa trus nyari-nyari buku di perpus untuk tugas akhir. Jam makan siang pun tiba. Sekitar jam 11.00-12.00, aku keluar kampus untuk nyari makan, tepat nya daerah di depan kampus. Biasanya aku beli koran harga 1000 disana, koran harga mahasiswa, dan hari ini aku beli koran Media Indonesia. Ada beberapa topik yang dibahas pada halaman depan, antara lain tentang BLT yang ternyata pakai duit hasil utang, trus ada juga tentang TKI yang lagi-lagi disiksa di negara tetangga kita, malingsia alias malaysia.

Topik di atas merupakan topik lama yang sudah biasa dibahas. Ada satu topik yang sangat menarik perhatianku dan sedikit menyulut emosi, yaitu tentang pemberian cindera mata kepada anggota DPR yang akan turun jabatan. Cindera mata yang direncanakan adalah cincin emas untuk setiap anggota DPR. Anggaran untuk cincin emas tersebut adalah sebesar 1.9 miliar, sedangkan anggaran untuk lencana emas untuk anggota DPR baru adalah sebesar 3 miliar.

whatt???

Kaget dan sedikit emosi merupakan ekspresi pertama yang keluar. Kebingungan atas apa sebenarnya yang ada di benak para anggota DPR kita ini. Heran, tak habis pikir, masih tega-teganya menghambur-hamburkan duit rakyat hanya untuk kesenangan pribadi. Pemberian cindera mata tersebut sangatlah tidak pantas, mengingat kinerja DPR yang sangat tidak jelas dan bahkan bisa dikatakan buruk. lembaga ini merupakan lembaga ter-KORUP tahun 2009 yang baru-baru ini dilaksanakan oleh Transparancy International Indonesia.

hahahaha. Tertawa terbahak-bahak, ga bisa komentar apa-apa lagi atas lembaga kita yang satu ini. Yah, wajar emang, dapet emas karena mendapat peringkat pertama sebagai lembaga terkorup di Indonsia tahun 2009. Hmmpph… FREEAAAKKK…Ironis memang.

Beberapa hari yang lalu juga nonton dialog di TV one, tentang unjuk rasa persatuan perawat seluruh indonesia. Mereka mengatakan telah mengajukan Rancangan Undang-Undang yang membahas masalah perawat di Indonesia sejak 4 (empat) tahun yang lalu. Pertanyaan yang muncul di benak saya adalah, “trus, slama ini ngapain aja?? RUU nya diapain??di simpan di gudang???”

Belum lagi citra DPR yang melekat dengan korupsi. Satu per satu anggota DPR mulai panik karena kinerja KPK yang makin gencar. Kasus terbaru adalah keterlibatan anggota DPR dalam pemilihan Deputi Gubernur BI. Ampun deh..

Teringat juga tentang pemberian  laptop yang “katanya” seharga 20 jutaan kepada masing-masing anggota, sampai-sampai ada guyonan yang mengatakan bahwa laptop tersebut tidak berguna karena nyalain aja meraka ga bisa.

wkwkwkw. Gila, edan emang. Ntah dimana janji yang mereka kumandangkan di saat kampanye, yang membela rakyat, namun yang ada hanyalah kepentingan pribadi yang diutamakan.

Sebentar lagi periode yang baru akan dimulai. Kekhawatiran baru muncul dalam pikiranku. Muncul nya caleg artis sedikit meragukanku. Yah, tidak bisa dipungkiri bahwa hanya sedikit orang yang menjadi pemilih “logis” di negara kita ini. Kebanyakan masyarakat kita hanya memilih orang-orang yang sudah dikenal baik, seperti para artis, meskipun kapabilitasnya belum teruji. Ga tau lagi lah gimana nasib DPR kita ke depan. Takutnya para artis malah nyanyi atau ber-acting aja di kantor ato pas rapat gara ga ngerti apa yang sedang dibahas dan juga ga tau mau ngomong apa.

Berharap suatu saat kita punya DPR yang benar-benar bersih, peduli dan cerdas, dan sepertinya tidak untuk periode 2004-2009.